Monday, December 17, 2012

Televisi Sebagai Media Hiburan yang Mendidik Masyarakat


TELEVISI SEBAGAI MEDIA HIBURAN
YANG MENDIDIK MASYARAKAT

Tugas Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia




Disusun oleh:

Lalu Hendri Bagus Setiawan
1210646032





KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
FAKULTAS SENI MEDIA REKAM
 2012

TELEVISI SEBAGAI MEDIA HIBURAN
YANG MENDIDIK MASYARAKAT
Lalu Hendri Bagus Setiawan
1210646032


 ABSTRAK

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini hampir setiap keluarga memiliki televisi, karena dengan sarana televisi tersebut masyarakat bisa melihat informasi dari mana saja termasuk hiburan yang bisa dinikmati dengan murah.
Melihat wajah pertelevisian Indonesia saat ini program-program acara yang ditawarkan stasiun-stasiun televisi cukup banyak dan variatif, namun di sisi lain juga menyayangkan banyaknya menu acara televisi yang mungkin justru mengarahkan masyarakat terhadap tujuan tertentu selain banyak juga acara yang seakan-akan membodohkan masyarakat.
Banyak acara televisi yang membawa pengaruh positif untuk mendidik masyarakat banyak pula program televisi yang dikemas justru berdampak negatif. Diharapkan kedepanya para insan  kreatif dapat memproduksi program-program televisi disamping menghibur juga memiliki nilai edukasi yang mendidik masyarakat.
     
Kata Kunci: Pendidikan, Media, Televisi, Informasi, Hiburan, Masyarakat

A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, pada saat sekarang ini televisi bukan lagi kebutuhan tersier bagi masyarakat Indonesia melainkan sebagai kebutuhan yang harus  dipenuhi setiap hari. sekitar dua jam per hari, setiap orang  menyempatkan waktunya untuk menonton acara televisi. Kebutuhan akan hiburan yang murah bisa diperoleh hanya dengan menonton  televisi. televisi memang sangat cocok dijadikan pilihan utama bagi setiap masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya akan hiburan yang murah meriah.
Masyarakat Indonesia sekarang ini memang banyak disuguhi hiburan melalui media televisi. Hadirnya televisi di tengah hiruk pikuk kehidupan ini dapat membangkitkan gairah masyarakat mulai dari perkotaan hingga pelosok-pelosok desa. Apalagi sekarang stasiun-stasiun televisi swasta banyak bermunculan mewarnai layar kaca dengan suguhan-suguhan yang lebih memanjakan pemirsanya. hadirnya televisi bukan menjadi kebutuhan mewah lagi. Hal ini terbukti bahwa yang dulunya televisi hanya bisa dinikmati kaum elit saja, namun sekarang rakyat jelata pun juga memiliki televisi, Jadi televisi merupakan media entertainment yang sudah merakyat dan digandrungi berbagai kalangan, Berdasarkan latar belakang ini, maka dilakukanlah penulisan makalah mengenai Televisi Sebagai Media Hiburan yang Mendidik Masyarakat.

2.      Rumusan Masalah
Media televisi merupakan salah satu media hiburan bagi masyarakat. berbagai jenis program acara hadir setiap hari di suguhkan berbagai stasiun televisi untuk pemirsanya, salah satu program yang di gandrungi masyarakat adalah program hiburan atau komedi, program jenis ini memang lebih di sukai masyarakat terutama masyarakat kalangan awam yang membutuhkan hiburan yang murah meriah, antusias masyarakat untuk menyaksikan program yang satu ini memang tidak pernah surut, namun tidak sedikit dari isi program acara yang dengan atau tanpa sengaja menyertakan unsur pornografi dan kekerasan yang dapat mempengaruhi emosi pemirsa sehingga berdampak negatif untuk masyarakat.
Program acara hiburan seperti komedi tidak hanya ditonton kalangan orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan para remaja. Anak-anak dan remaja merupakan bagian dari masyarakat yang pola pikirnya masih labil dan emosional, oleh sebab itu mereka akan dengan mudah terpengaruh pada tayangan di televisi.
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Seperti apa program acara hiburan di televisi yang kurang mendidik masyarakat?
2.      Seperti apa Program acara Televisi yang mendidik masyarakat?
3.      Bagaimana pengaruh yang timbul akibat adanya tayangan program acara hiburan di televisi yang tidak mendidik masyarakat?
4.      Bagaimana Solusi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perubahan perilaku menyimpang akibat adanya tayangan program hiburan yang tidak mendidik masyarakat?

3.      Tujuan dan Manfaat
Sebagaimana yang telah di uraikan sebelumnya, berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis program program hiburan di televisi yang kurang mendidik masyarakat.
2.      Mengetahui jenis program acara yang mendidik masyarakat.
3.      Masyarakat lebih memahami pengaruh yang timbul akibat banyaknya program progam hiburan di televisi yang kurang mendidik.
4.      Mengetahui solusi apa yang bisa dilakukan akibat dampak maraknya program hiburan di televisi yang dikemas tidak mendidik masyarakat.

B.     Pembahasan
Setiap hari masyarakat dipengaruhi oleh serbuan media yang tidak terbendung salah satu media yang sangat banyak memengaruhi pola prilaku dan pikiran masyarakat adalah televisi, televisi bukan hanya membawa dampak positif dalam kehidupan tetapi televisi juga merupakan pembawa perilaku negatif,  bahkan dalam bukunya Neil Postman ‘’Menghibur diri sampai mati’’ ia mengatakan Televisi itu tidak etis, bahkan sangat buruk,  keburukan itu bukan hanya kebetulan melainkan juga menyangkut  televisi pada umumnya sebagai teknologi sehingga hampir tidak ada kemungkinan untuk memperbaikinya.
Saat sekarang ini telah banyak sekali bermunculan berbagai macam program acara televisi baik dari Sinetron, Acara kuis, humor, talkshow, Reality show dan lainnya. Tetapi yang lebih menjadi pilihan masyarakat adalah program-program televisi yang beraliran humor, maraknya acara komedi di berbagai stasiun televisi saat sekarang ini menjadi fenomena yang sudah tidak asing  lagi. Maraknya acara-acara komedi di televisi kini sudah banyak yang dikemas dengan hanya mengutamakan keuntungan semata sehingga dampaknya jauh dari pesan positif yang dapat mendidik masyarakat.

1.      Program Acara Hiburan di Televisi yang Kurang Mendidik Masyarakat
Saat sekarang ini tidak sulit untuk menemukan program acara televisi komedi bahkan sejak puluhan tahun yang lalu jenis program ini sudah banyak bermunculan di layar kaca,  pada saat sekarang ini pun program-program televisi komedi banyak bermunculan di stasiun-stasiun televisi, Sebut saja Opera Van Java Trans 7, Pesbukers ANTV dan lain sebagainya.  
Opera Van Java Trans7 sendiri adalah acara komedi di Trans 7,  Ide acaranya adalah  pertunjukkan  wayang orang versi modern. Sementara Pesbukers ANTV menggunakan konsep “Sketsa Reality” dimana memasukan unsur gosip yang sedang hot ke dalam bentuk sketsa,  kedua program ini adalah contoh program hiburan komedi yang di gandrungi masyarakat, untuk Opera Van Java sendiri lebih mengangat cerita-cerita wayang dan di kemas kembali dalam bentuk lebih modern dalam perkembanganya sendiri Opera Van Java banyak digandrungi masyarakat, Program ini masih dapat dikatakan mendidik masyarakat karena terkadang mengangkat seni dan budaya warisan bangsa menjadi tema di setiap episode, sementara Pesbukers program ini tidak ada nilai edukasi bagi masyarakat, tidak ada yang bisa ditangkap selain tingkah aneh para pemainya. Salah satu pemain komedian pendatang yang berkepala botak hitam, selalu dijelek-jelekan dengan kata-kata kotor  bahkan yang menghina seolah jijik dengan kehadirannya, setiap cerita yang disuguhkan, tidak ada yang jelas pesannya pada penonton, artis perempuan selalu ditampilkan seksi-seksi, Olga Syaputra, menjadi artis yang sedang dihujat banyak pemirsa TV bahkan dilaporkan ke KPI karena  pembicaraan kepada penelpon tentang ucapan salam. Ini langsung menjadi penghinaan bagi umat muslim. Dan kejadian ini bukan pertama bagi olga, karena celotehannya sering terdengar  menyinggung hati pemirsa. di sesi terakhir menuju iklan,  Kepala botak salah satu komedian akan dibedakin dengan iringan pantun dari oppie kumis.
Program ini masih mengedepankan hiburan lelucon yang disajikan dengan kata-kata kasar, makian, merendahkan, dan melecehkan, Pesbukers harusnya dapat belajar dari program Top humor lainnya yang sukses bahkan dicintai penontonnya.
2.      Program acara Televisi yang mendidik masyarakat
Ditengah maraknya acara televisi yang tidak mendidik masyarakat masih ada beberapa stasiun televisi yang menghadirkan tayangan program-program televisi yang segar dan bernilai edukasi. Berikut adalah jenis-jenis tayangan televisi yang bernilai edukasi bagi masyarakat.
a.       Tayangan Program Berita
Hampir setiap stasiun televisi mempunyai program jenis ini seperti Liputan 6 SCTV, Apa Kabar Indonesia TVONE, Seputar Indonesia RCTI dan lain sebagainya, menonton berita sama halnya membaca perkembangan yang terjadi, ini akan membuat wawasan dan kecerdasan masyarakat lebih baik. Tetapi banyak pula jenis tayangan berita yang yang bersifat hiburan yang kurang mendidik seperti infotaiment, menyaksikan berita-berita gosip tidak akan memberi pengaruh positif bagi masyarakat yang menyaksikanya.
b.      Tayangan Program Motivasi
Jenis program ini kini mulai muncul seperti Mario Teguh Golden Ways yang di tayangkan Metro TV, tayangan ini bisa memberi pengaruh yang positif bagi masyarakat penontonya.
c.       Tayangan Program Petualangan dan Ensiklopedia
Tayangan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat contoh program ini di banyak tayangkan di Trans 7 seperti Jejak  Petualang dan lainya. Tayangan seperti ini akan membuka wawasan dan meningkatkan motivasi untuk maju.

d.      Tayangan Religi
Tayangan jenis ini sangat baik dijadikan tayangan program acara pilihan, tayangan jenis ini biasanya banyak ditayangkan di pagi hari di berbagai stasiun televisi contohnya Mamah dan Aa’ di ANTV.

3.      Pengaruh yang Timbul Akibat Program  Televisi yang Tidak Mendidik

Secara teoretis, Kuswandi mangatakan bahwa ada tiga dampak yang ditimbulkan acara televisi terhadap khalayak (pemirsa), yaitu:
1. Dampak kognitif, yaitu kemampuan pemirsa untuk menyerap dan memahami acara yang ditayangkan televisi yang melahirkan pengetahuan bagi pemirsa.
2. Dampak peniruan, yaitu pemirsa dihadapkan pada model yang sedang aktual sehingga pemirsa ikut-ikutan untuk mencontohnya.
3. Dampak prilaku, yaitu proses tertanamnya nilai-nilai sosial budaya yang telah ditayangkan acara televisi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para pemirsa.
Berdasarkan pendapat Kuswandi, timbul pro dan kontra terhadap dampak acara televisi, beberapa pro dan kontra masyarakat berpendapat acara televisi dapat mengancam nilai-nilai sosial yang ada dalam Masyarakat. acara televisi dapat menguatkan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. acara televisi akan membentuk nilai-nilai sosial baru dalam kehidupan masyarakat.
4.      Solusi yang Harus Dilakukan

1.      Memberikan pendidikan yang terbaik bagi para Broadcaster dan Entertainer disertai nilai-nilai yang benar.
2.      Memproduksi program-program yang terbaik di semua bidang Entertainer.
3.      Membangun jaringan dengan memanfaatkan semua  infrastruktur dan fasilitas yang ada.

C.    Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa televisi adalah media yang sangat diperlukan masyarakat, televisi merupakan media yang mudah mempengaruhi masyarakat, Saat ini program acara yang disajikan media televisi kurang mendidik  masyarakat. Sebab, saat ini media televisi hanya mementingkan rating untuk menarik iklan sebanyak-banyaknya dan tidak memberikan tontonan yang baik untuk masyarakat.

2. Saran
Mengetahui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini. Sehingga diharapkan makalah ini dapat bermanfaat kedepannya sesuai dengan yang kita harapkan.
DAFTAR PUSTAKA

Postman, Neil. 1995. Menghibur Diri Sampai Mati. Mewaspadai Media Televisi. Sinar Harapan,               
Jakarta
Ruedi Hofmann,1999. Dasar-Dasar Apresiasi Program Televisi, Grassindo, Jakarta

“Overa Van Java.” About. 12 Desember 2012 <http://www.operavanjava.org/p/about.html

“Pesbukers ANTV” Profil . 12 Desember 2012 <http://www.an.tv/pesbukers/

“Anneahira’’Program acara televisi yang mendidik12 Desember 2012                

Ila Nugrahani. “Pesbukers Acara yang tidak mendidik , hiburan.kompasiana.com. 27 juni 2012.    
Mukhlisuddin Marzuki. “Dampak media televisi terhadap psikologi masyarakat ,   

0 comments:

Post a Comment

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI WALAU HANYA SATU MENIT